Categories
wiskul

Oleh-oleh khas Bogor, tak pernah ada matinya

Stasiun Bogor di hari Minggu semakin ramai saja. Setidaknya itu yang beberapa kali saya rasakan saat pergi ke Bogor di hari Minggu. Bisa jadi bagi warga Jakarta dan sekitarnya, kota Bogor masih tetap menarik sebagai tempat untuk berlibur bersama keluarga.

Meskipun jarak kota Bogor dari Jakarta tak terlalu jauh tapi suasananya sudah nampak berbeda. Sesuai dengan julukannya sebagai kota hujan, Bogor curah hujannya tinggi, sehingga menjanjikan cuaca yang lebih sejuk, lingkungan yang lebih hijau, dan tentunya pemandangan yang lebih menambat hati.

Bogor, tempat wisata yang mudah dijangkau

Asinan Buah

Bogor pun mudah dicapai, baik dengan kendaraan pribadi maupun menggunakan kendaraan umum seperti bus dan kereta api. Sekalipun di saat weekend selalu bermacet ria, namun tak menyurutkan minat para pelancong. Terlebih, semakin lama semakin banyak saja obyek wisata yang bisa ditawarkan oleh kota hujan ini.

Belum lagi kulinernya yang seolah tak pernah habis untuk dijelajahi. Kuliner memang salah satu daya tarik wisata kota Bogor yang selalu diburu pelancong. Sejak jaman dahulu hingga sekarang, semakin banyak saja jenisnya dan pada umumnya selalu menarik.

Bogor memiliki kuliner khas daerah maupun kekinian yang semuanya menarik bagi pelancong dan masing-masing memiliki penggemar tersendiri. Begitu juga oleh-olehnya, baik yang khas daerah maupun kekinian, semuanya tersedia dan banyak pilihannya.

Oleh-oleh memang selalu diburu wisatawan lokal. Karena sudah menjadi kebiasaan baik orang Indonesia sejak dulu, yang setiap kali bepergian tak pernah melupakan teman dan keluarganya. Karena itu, jarang sekali melewatkan acara membeli oleh-oleh.

Oleh-oleh khas Bogor dari yang jadul hingga kekinian

Di antara sekian banyaknya olahan makanan yang termasuk oleh-oleh Bogor, ini dia beberapa di antaranya yang sudah terkenal sejak dulu maupun yang kekinian:

1. Talas Bogor

Talas Bogor ini khas sekali, rasanya sudah seperti penanda kota Bogor saja karena langsung bisa kita temui begitu memasuki kota Bogor. Mulai dari dekat terminal, dekat kantor pos, dekat restoran, tempat-tempat  penjualan oleh-oleh, sampai di daerah puncak selalu ada talas.

Talas asli Bogor memang sangat berbeda dibandingkan dengan talas dari kota lainnya. Enak rasanya ketika digoreng atau dikukus. Ada rasa gurih dan legit yang khas, yang biasanya oleh si pedagang disebut-sebut seperti ketan.

Talas Bogor

Bagi yang ingin tahu tepatnya seperti apa enaknya, bisa membeli talas kukus yang disajikan dengan kelapa parut dan irisan gula aren. Talas kukus bisa kita dapatkan dengan harga terjangkau di jalan Suryakencana atau di jalan Pandu Raya.

2. Keripik talas

Keripik ini termasuk oleh-oleh jadul yang masih tetap disukai sampai sekarang, karena rasanya yang gurih, renyah, dan sedap. Makan keripik ini sepotong dua potong, tanpa terasa bisa saja tahu-tahu sudah habis banyak.

Sejak dulu bentuk potongannya sudah seperti itu, tipis memanjang seperti bentuk korek api, dan tak pernah berubah sampai sekarang. Bisa jadi justru karena bentuk potongannya, sehingga sesudah digoreng bisa menjadi begitu garing dan krispi.

Keripik Talas

Selain enak dan tahan lama, harga keripik talas juga cukup terjangkau, sehingga sering menjadi pilihan oleh-oleh yang disukai. Keripik talas ini bisa kita temukan di toko-toko oleh-oleh, dibungkus dalam kemasan plastik.

3. Manisan Pala

Ada yang suka manisan pala? Manisan pala juga termasuk oleh-oleh jadul. Dulu, setiap memasuki terminal Baranangsiang Bogor, tiap pengunjung akan bertemu pedagang manisan pala yang sibuk menawarkan dagangannya di atas bus-bus yang datang.

Manisan dari buah pala itu dulu dibentuk seperti bunga dan kering berbalut lapisan gula pasir yang cukup tebal dalam kemasan plastik. Kini manisan pala sudah lebih manis bentuknya, ukurannya juga lebih kecil, dan bisa ditemukan dengan mudah di kios maupun toko-toko yang menjual oleh-oleh dengan harga cukup terjangkau.

Manisan Pala

Buah pala memiliki khasiat memudahkan tidur. Jadi bagi yang memiliki keluhan insomnia, tentunya bagus mengonsumsi manisan pala. Manisan pala tak harus dimakan begitu saja, bisa juga disajikan sebagai teh pala atau dijadikan campuran minuman dengan rempah-rempah yang lainnya.

4. Kacang Bogor

Ketika digoreng rasanya gurih renyah, tak jauh  berbeda dengan kacang goreng lainnya. Namun begitu, kacang Bogor memiliki cita rasa yang berbeda dibandingkan jenis kacang lainnya. Rasanya enak, hanya saja seperti apa enaknya tentu hanya bisa dirasakan setelah mencoba. Ciri kacang berbentuk bulat ini bagian dalamnya berwarna ungu.

Kacang bogor dikemas dalam kemasan plastik berbagai ukuran dan dijual dengan harga terjangkau. Kacang Bogor dapat ditemukan di kios maupun toko oleh-oleh.

5. Asinan Bogor

Salah satu kuliner Bogor yang susah dilupakan adalah asinannya. Meskipun namanya asinan tetapi rasanya sama sekali tidak asin, justru cenderung pedas, manis dan segar, rasa khas kesukaan ibu-ibu banget. Ada juga rasa gurih yang muncul dari taburan kacang goreng, sebagai penetral rasa pedas asamnya.

Asinan yang dijajakan dalam kemasan plastik ini terdiri dari dua varian yaitu asinan buah dan asinan sayur. Dua-duanya sama-sama enak dan membuat ketagihan. Dengan warnanya yang cantik kemerahan, dan harga terjangkau, asinan tak pernah gagal menarik minat ibu-ibu untuk membelinya.

Asinan Sayur

Asinan yang terkenal di Bogor adalah Asinan Gedong Dalam. Di tempat ini kita juga harus siap mengantri karena penggemarnya yang begitu banyak. Sedangkan asinan dengan cita rasa yang jadul bisa kita temukan di Gang Aut.

6. Roti Unyil

Mungkin karena ukurannya yang mungil, pas satu kali gigitan, roti ini populer dengan nama roti unyil. Namun meski ukurannya kecil, rasanya yang lezat sukses membuat banyak orang ketagihan.

Apalagi varian rasanya begitu banyak, mulai dari rasa keju, cokelat, cokelat keju, sosis, jagung manis, daging asap, abon, dan masih banyak lagi. Harganya pun terjangkau kantong kebanyakan orang.

Roti Unyil
Roti Unyil aneka rasa

Tak heran jika di pusat penjualannya yang terletak di Jl. Pajajaran, antrian selalu mengular, sudah begitu meliuk-liuk lagi. Mengapa orang-orang sampai begitu semangatnya mengantri? Karena di sana kita bisa  bebas memilih semua rasa terfavorit. Rotinya juga terjamin fresh from oven, sehingga saat digigit hangatnya masih terasa, hmm …

Kita memang bisa membelinya di counter-counter oleh-oleh di tempat lain, yang mungkin lebih dekat dengan tempat menginap wisatawan, tetapi pilihannya biasanya terbatas. Jadi kalau niatnya ingin membeli banyak, ada baiknya datang pagi-pagi sekali, sebelum terjadi antrian.

7. Lapis talas

Seolah tak mau kalah dengan Surabaya yang memiliki Lapis Surabaya, di Bogor pun muncul kue Lapis Bogor. Kue yang bahan dasarnya dari tepung talas ini begitu muncul langsung menjadi favorit banyak orang. Rasa talas yang khas, ketika muncul dalam bentuk kue bolu yang lembut dengan mudah mencuri perhatian pelancong.

Lapis Talas

Dari warna dan kemasannya saja, lapis khas Bogor ini sudah terlihat menarik. Terlebih saat digigit, hmm … teksturnya begitu lembut dan rasanya sungguh sedap. Taburan keju parutnya yang sangat royal membuat kue ini semakin membuat penasaran kalau belum mencoba.

Lapis talas ini  hadir dengan harga terjangkau dan muncul dalam berbagai varian rasa, mulai dari original, green tea, pandan, dll. Semuanya enak, walau bagi saya yang paling enak tetap yang original. Rasanya pas saja di lidah saya. Kalau kamu, yang mana rasa lapis talas favoritmu? IN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *