Restoran Yougwa Kelapa Gading, Kuliner khas Papua Manado

Nikmatnya Kuliner Papua dan Manado di Yougwa

Pernah mencoba makan papeda atau bubur sagu? Makanan khas masyarakat Indonesia Timur, khususnya Maluku dan Papua ini, sungguh unik dan layak dicoba. Bagi yang terbiasa makan nasi, mungkin agak aneh melihat bentuknya yang mirip lem dengan warna putih dan tekstur yang lengket itu.

Namun bubur sagu yang rasanya tawar ini ternyata menjadi sangat nikmat rasanya saat dimakan bersama dengan masakan kuah asam ikan kakap merah. Apalagi jika ditambah dengan sayur ganemo. Bila Anda ingin mencobanya, tak perlu juga jauh-jauh datang ke papua atau maluku, karena di Jakarta juga bisa.

Salah satu restoran yang menyajikannya adalah restoran Yougwa di kawasan Boulevard, Kelapa Gading, Jakarta. Restoran Yougwa ini merupakan cabang dari restoran bernama sama yang terletak di tepi Danau Sentani, Papua. Jadi masakan di restoran ini bisa dikatakan otentik, khas Papua dan juga Manado tentunya.

 

DSC_0140small
Restoran Yougwa di Kelapa Gading

Restorannya sendiri berupa ruko yang tidak terlalu besar. Namun bagian dalamnya nampak tertata rapi. Begitu memasuki restoran, kita langsung dapat melihat berbagai ornamen khas Papua yang menempel dengan indahnya di dinding maupun di meja kasir.

Salah satu ornamen di dinding restoran yougwa
Salah satu ornamen di dinding restoran

Di salah satu meja kaca juga terdapat beberapa suvenir etnik khas Papua yang dapat dibeli oleh pengunjung sebagai oleh-oleh.

Selain aneka ornamen, juga terdapat  beberapa testimoni dan foto dari para public figure yang pernah singgah dan bersantap di restoran ini, yang dipigura rapi dengan bingkai kaca dan dipasang di dinding.

DSC_0137.JPGsmall

Meja dan kursinya pun tertata rapi. Setiap meja dilengkapi dengan 4 buah kursi berwarna merah. Di pojok ruangan terdapat tempat cuci tangan. Juga tersedia sebuah televisi yang dinyalakan untuk membantu mengusir kebosanan para pengunjung restoran selagi menunggu.

DSC_0144.JPGsmall

Sambil melihat-lihat berbagai ornamen yang terpajang indah di dinding, tentunya sambil sibuk memotret, kami terus berjalan hingga tiba di ruangan yang terletak di lantai dua, lalu memutuskan untuk duduk dan makan di sana. Meskipun smoking room, namun sepertinya cukup nyaman untuk duduk bersama dan mengobrol santai.

Daftar menunya yang beragam mula-mula cukup membuat galau, jadi ingin mencoba ini dan itu. Tetapi kami segera mengingat tujuan semula, yaitu menyantap papeda dengan kuah asam ikan kakap merah.

Selain memesan papeda kuah asam kakap merah berikut sayur ganemo kami juga memesan  ikan bobara bakar, ayam goreng, dan cumi goreng tepung.

Masakan yang disajikan di sana, sepertinya baru dimasak setelah ada pesanan, karena kami harus menunggu terlebih dahulu dan waktunya terhitung cukup lama.

Begitupun nampaknya kami termasuk beruntung karena datang pada saat restoran sedang tidak banyak pengunjung, sehingga tidak perlu mengantri dan terlalu lama menunggu pesanan.

Setelah puas mengobrol, tak lama pesanan pun datang. Rasanya tidak sia-sia menunggu. Semua masakan terlihat dimasak dengan baik, dan muncul dengan penampilan yang mengundang selera. Semua bahan yang digunakan tampak masih segar dan terasa sekali kalau baru selesai dimasak.

Papeda dan Sup Ikan Kuah Kuning
Papeda dan kuah asam ikan kakap merah

Papedanya muncul dalam wadah yang besar, begitu juga masakan ikan kakap kuah asamnya. Begitu dicampur didalam piring, rasanya sungguh nikmat.

Menikmati papeda bersama dengan kuah asam kakap merah yang sedap, ternyata mengenyangkan juga. Rasa kenyangnya sama saja seperti habis makan nasi, meskipun kami tidak makan terlalu banyak. Masakan lainnya juga tak kalah enak.

DSC_0145small

Ikan bobara bakarnya terasa lezat dan pedasnya pun mantap. Porsinya juga cukup memuaskan.

DSC_0153small

Sayur ganemo merupakan daun melinjo muda yang dimasak tumis dengan bunga pepaya muda dan daun kangkung yang masih segar, seolah baru dipetik, juga dengan sedikit cabai merah. Membuat rasa pahit bunga pepaya menjadi tidak terasa sama sekali. Hanya menyisakan rasa sedap dan segarnya sayuran itu.

DSC_0152small

Cumi goreng tepung yang masih hangat, garing, dan renyah, begitu nikmat disantap dengan dua macam sambal yang tersedia.

DSC_0151.JPGsmall

Yang pasti menu masakan yang kami nikmati hari ini adalah makanan segar yang sehat dan seimbang, tak mengandung santan sama sekali, juga tak mengandung daging yang mengandung lemak jenuh.

Di samping menu non beras tentunya. Jika dibandingkan dengan nasi, papeda lebih banyak mengandung serat juga cukup bernutrisi. Indeks glikemiknya lebih rendah daripada nasi, artinya tak akan melonjakkan gula darah, jadi aman untuk penderita diabetes sekalipun.

Tak butuh waktu lama, semua makanan pun ludes … kami sangat menikmatinya … jika dibandingkan dengan harga yang harus dibayar, masakan ini sangat sesuai … porsinya cocok untuk dimakan rame-rame.

Jika suatu saat punya kesempatan mengunjungi Papua .. jangan sampai melewatkan restoran Yougwa di sana. Wisata kuliner hari itu sungguh berkesan…. (IN).

DSC_0168small

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *