Sabumi in Cibuntu, Kuningan, West Java

Sabumi di Desa Cibuntu, Kuningan, Jawa Barat

Sabumi atau sedekah bumi adalah salah satu tradisi masyarakat Jawa dan Sunda yang hidup dalam masyakat agraris. Bagi mereka, upacara sedekah bumi adalah wujud dari rasa syukur kepada Allah untuk semua berkah, keberuntungan dan kesejahteraan yang mereka nikmati selama ini.

Ritual ini juga mengekspresikan harapan mereka supaya tahun depan hasil panen semakin melimpah dibandingkan dengan hasil panen mereka sekarang. Di jaman modern ini, sudah banyak desa yang meninggalkan acara ritual seperti ini, dan hanya sedikit yang masih tetap mengadakannya, salah satunya adalah Desa Cibuntu.

Ritual sedekah bumi di Cibuntu sebenarnya telah berlangsung sejak tahun 1920. Mereka sempat menghentikannya selama 40 tahun namun kini mereka terus berusaha menyelenggarakan acara ini dengan niat untuk tetap mengingat segala berkah dan rejeki yang selalu dilimpahkan oleh Sang Pencipta.

Acara ini diikuti oleh seluruh penduduk termasuk Bapak Kepala Desa. Acara ini biasanya juga dihadiri oleh Kepala Daerah setempat. Bagi wisatawan yang ingin turut menyaksikannya, masyarakat Desa Cibuntu juga menyambut dengan senang hati. Mereka bahkan menyediakan homestay dan akomodasi bagi para wisatawan.

Acara didahului dengan bergotong royang membersihkan sumber air oleh semua bapak-bapak di desa itu. Masyarakat Desa Cibuntu memiliki 3 sumber air yang terus mereka jaga kebersihannya. Mereka juga memotong kambing untuk dinikmati bersama pada saat acara ritual.

Pada hari diselenggarakan ritual, sejak pagi hari semua penduduk sudah sibuk mempersiapkan aneka makanan dan juga piring dari daun kelapa serta memotong bambu yang dibentuk khusus untuk tempat membawa gulai kambing. Semua wadah itu merupakan simbol dari keinginan mereka untui kembali ke alam.

Mereka juga berdandan dan menyiapkan kostum masing-masing. Setelah selesai memasak dan meletakkan semua makanan di dalam tetenong serta tak lupa menghias tetenong, mereka bergegas berkumpul di depan kantor kepala desa sambil menunggu semua penduduk berkumpul.

Setelah semua penduduk berkumpul, mulailah mereka berjalan bersama-sama menuju lapangan tempat ritual yang telah disiapkan lengkap dengan tenda yang besar. Di tenda itu mereka menata makanan yang mereka bawa dalam satu lokasi. Selanjutnya mereka berkumpul untuk memulai ritual dan juga menikmati acara hiburan berupa lagu dan tari-tarian.

Acara lalu ditutup dengan doa dan makan bersama-sama. Masing-masing tidak harus makan makanan yang dibuatnya sendiri, mereka boleh bertukar makanan. Mereka juga mengajak para wisatawan yang hadir untuk ikut makan bersama. Semua bebas memilih dan mencoba makanan yang diinginkan … selamat makan …. IN

Cibuntu adalah desa yang asri dan berpemandangan indah. Di sana juga terdapat air terjun dan situs-situs bersejarah yang dapat dikunjungi para wisatawan.

Sabumi or sedekah bumi is one of the Javanese and Sundanese ceremony ritual in the past. For them, Sabumi is an expression of gratitude to God for the blessing, fortune, and prosperity. It is also an expression of their hope for theĀ  better fortunate and prosperity next year.

But now, this ceremony is only being held by a few village. One of these villages is Cibuntu. Every year, Cibuntu village in Kuningan, West Java, did this ceremony ritual. They had been doing this ritual since 1820.

They ever stop doing this ritual for 40 years, but then they keep doing the ritual. They want to always remember their fortunate and all the blessing from God.

All people in this village will participate in this ritual. Including the village chief. People in Cibuntu also preparing homestay and acomodation for the traveler and touris who want to participate in this ocation.

Before the ceremony, all man in the village will clean three water source in the village together. On that ceremonial day, from the morning, all villager had been busy preparing their costume and their food.

They were not only cooking delicious food, but also making plate from coconut leaf, and cutting bamboo to put one of their favorite dish, lamb curry. It’s simbolise their urge to back to nature.

After finishing all the food decoration, they also get dressed and wearing their best costume. Then, after puting all their food on tetenong and also decorate the tetenong, they gathered in front of the village chief office, waiting until all their neighbor get ready, before walking together and brought their food to the field happyly.

In the field, they put their food on one place, and then sat together in a big tend and began the traditional ritual ceremony andĀ  then enjoy songs and dance from some of the villages.

After the ceremony and the entertainment, they pray and started eating together. Everyone did not have to eat their own food, cause everyone could also eat another people’s food. “Come on …just choose which one you like … and let’s eat together” they said nicely

Cibuntu is a beautiful green village, Cibuntu also has waterfall and archaological sites so traveler and touris always has many things to do or to see there (IN).

DSC_0944small
everybody look so happy walking down the street together to the field
They start to walk with music and dance
They start to walk with the music and dance
At last ... entering the tend ...
End of the walk … at last … everybody may entering the big tend …
the cakes
the cakes
There are four or five cuisines inside a tetenong
There are four or five cuisines inside a tetenong
This tetenong looks more attractive cause they placed the cuisines in the coconut leaf plate with Jati leaf.
This tetenong looks more attractive cause they placed the cuisines in the coconut leaf plate with Jati leaf.
Some fruits: apels, pears, manggoes, bananas, oranges, and snakefruits
Some fruits: apels, pears, manggoes, bananas, oranges, and snakefruits
come on everybody, just picked all you want ...
come on everybody…., just picked all you want …
So yummie ... brown rice, fried noddles, fried chicken, vegetables, etc..etc... bon appetit ....
So yummy …. there are brown rice, fried noddles, fried chicken, vegetables, etc..etc… bon appetit everybody ….
3 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *